My Old Sketches

Flipping over my old sketch books, I found some sketches of mine haven’t been “digitalized” and “stored” online. Some of them done in “on location” style, the other are doodling and sketched out of photographs and magazine images.

Here are the on location sketches (I’ll add the description later 🙂

Sketch at Mall Panakukang (KFC and Amazone)

Yup! sehabis nyeket di Pantai biring Kassi, kami singgah di Mall Panakukang dulu. Sambil menunggu Zidan bermain di Amazone

sketch gathering at “Pantai Biring kassi” Makassar

Minggu, 04 July 2010
(lihat juga http://indonesiasketchers-makassar.blogspot.com)

Sket kali ini masih mengangkat suasana pantai dan kehidupan nelayan Makassar.  Lokasi yang kami pilih adalah Pantai Biring Kassi’ yang tertelak tepat di seberang Benteng Fort Rotterdam.  Disana terdapat sebuah dermaga kecil yang cukup sederhana yang pada hari libur diramaikan oleh orang-orang untuk menyeberang ke pulau Lae-Lae atau pulau Barang Lompo.
Untuk rute ke pulau Lae-Lae yang jaraknya cukup dekat, kita bisa menyewa sabuah perahu boat seharga Rp 150.000,- dengan kapasitas muatan 10 orang dewasa. Atau bisa juga sewa per orang seharga Rp.15.000.
Untuk rute ke pulau Barang Lompo yang jaraknya lebih jauh, harga sewa perahu boat adalah Rp.350.000/hari dengan kapasitas muatan 10 orang dewasa.  Harga sewa yang kedua ini agak mahal memang, sebab perahu yang kita sewa akan standby menunggu kita di lokasi pulau untuk mengantar kita kembali ke Makassar.

Dari RS. Stella Maris trus nyeket di pantai losari

Bulan Februari sekitar tanggal 20an kemarin kami kedatangan rekan kami Jun salah satu anggota SPC, kedatangan dia ke Makassar awalnya mau ikut turnamen Rugby (Makassar v.s Sumbawa) sekaligus mengurus kuliah jarak jauh dia, tak disangka dia harus menambah jatah cuti yang harusnya cuma 3 hari menjadi seminggu karena penyakit lamanya tifus dan maag kumat 😦

Kami berdua langsung mengunjungi Jun yang terkapar di UGD dan membantu menguruskan administrasinya untuk selanjutnya dirawat inap di rumah sakit Stella Maris Makassar. Setelah kelar urusan administrasi dan Jun mendapatkan kamarnya di lantai 3 kami menemani Jun berkonsultasi dengan Dokter yang akan menanganinya. Setelah kelar interview dengan pak dokter, kami lalu pamitan dan meningalkan Jun agar dia beristirahat. Semoga lekas sembuh kau Jun!

Selanjutnya kami berjalan kaki menuju pinggir pantai Losari, hari masih sore tapi masih cukup terang untuk sekedar duduk-duduk di pantai menikmati 2 ons keripik ubi “goyang lidah” dan mulai mengeluarkan buku sket dan peralatan sket lainnya. Sore itu cukup ramai, maklum di anjungan pantai losari sedang ada acara , tapi kami tak turut nonton di ajang pertemuan muda-mudi itu. Kami lebih memilih pinggiran pantai yang tidak ramai demi kenyamanan nyeket.

“RS.Stella Maris” by Hubby

“Anjungan Pantai Losari” by Hubby

“Hotel Imperial Aryaduta” by me 🙂

“Gerbang ke Tanjung Bunga-by Hubby

sore-sore di pinggir pantai Losari, nyamanna*…

Dan hasil pewarnaannya setelah pulang ke rumah, di scan trus di upload deh …

enjoy yah 🙂

ni versi “Gerbang Tanjung Bunga” yang sudah diwarnain

“Rumah Sakit Stella Maris”

“Hotel Imperial Aryaduta”

Stranded at Type C Hospital Pare-Pare

On my way from Makassar back to Sorowako, my new acquintance, sat right beside me in the bus, had a kidney-ache related problem. I suggested him to drop in to the nearest hospital, considered his awful condition as he vomitted several time and arched his body in pain. We dropped in Pare-pare, a town 200 km northward of Makassar and 8 hours land trip from Sorowako. We checked in a government run type C hospital of Andi Makassau and stayed there all night. He was injected with an anti pain liquid which enabled him to sleep for awhile.

B-pak agus kamal3

B-pak agus kamal

B-pak agus kamal2

B-pak agus kamal4